MBV

         Dua puluh dua tahun bukanlah waktu yang singkat bagi para penggemar untuk menunggu album teranyar dari band shoegaze ‘sepuh’ ini. Terakhir menurut catatan sejarah, My Bloody Valentine merilis album yaitu Loveless pada tahun 1991. Tentunya dengan jeda waktu yang sangat lama ini para penggemar berekspektasi tinggi pada album “M B V” yang dirilis pada Februari ini.

       Pada tahun 2007 sang vokalis Kevin Shields pernah berkata bahwa mereka pasti akan membuat rekaman My Bloody Valentine kecuali mereka telah mati, dan Kevin Shields memenuhi janjinya pada tahun ini.

        Album ini terdiri dari 9 track dengan total durasi 46 menit 37 detik. Selama itulah Anda akan dibawa melayang ke alam dunia shoegazenya My Bloody Valentine. Unsur yang paling terdengar berubah dari album Loveless yaitu penggunaan noise distorsi yang lebih kalem dan efek pada vokal yang lebih ‘dreamy’ dibandingkan album Loveless pada album ini, mungkin ini menunjukkan kedewasaan mereka setelah 22 tahun. Namun secara garis besar musik My Bloody Valentine tidaklah berubah banyak selama itu, mereka tetap istiqomah dengan shoegaze/noise yang telah mereka rilis sejak 90-an. Album “M B V” ini memiliki lagu yang cukup “easy listening” dan tidak lebih rumit dari album-album sebelumnya seperti “She Found You” sehingga para pendegar yang belum akrab dengan My Bloody Valentine pun dapat mencoba untuk mengawang bersama mereka di album ini (pengecualian untuk 3 track terakhir: “In Another Way”, “Nothing Is” dan “Wonder 2”).

      Kembalinya sang sesepuh shoegaze ini mengakhiri penantian para penggemar untuk mengawang bersama mereka, dan album “M B V” telah menjawab penantian para penggemar itu. Jeda waktu 22 tahun tidak merubah MBV, My Bloody Valentine tetaplah My Bloody Valentine. Akhir kata album ini layak untuk mendapatkan apresiasi maksimal dari para shoegazer di seantero dunia.

    Listen to: She Found You Now, If I Am, New You

    Listen while: Berbaring rileks dan memejamkan mata pada malam hari