W3.CSS Template

Procrastination dan Malas, Ternyata Berbeda Loh! Ini Alasannya

Apa itu procrastination?

Gen Muda, kalian pernah nggak sih menunda-nunda atau mengulur waktu untuk melakukan dan mengerjakan sesuatu, karena alasan pekerjaan atau tugas terasa sulit dikerjakan, membuat cemas, atau karena takut tidak bisa mengerjakannya dengan baik? Atau tak jarang menunda mengerjakan karena merasa masih memiliki banyak waktu sebelum deadline? Kalau pernah mengalami dan merasakannya, apa yang Gen Muda lakukan itu disebut dengan procrastination.

Lalu, apa bedanya procrastination dengan malas ya?

Meski sama berhubungan dengan penundaan dan mengulur waktu, ternyata procrastination ini berbeda dengan malas loh. Perbedaan procrastkination dan malas ada pada pemikiran individu yang melakukannya.

Menurut Brown dan Holzman, procrastination mengarah pada perilaku kecenderungan untuk menunda sesuatu yang seharusnya dilakukan dan tidak segera memulai suatu pekerjaan, karena merasa tak nyaman mengingat pekerjaan itu tidak mudah diselesaikan, sehingga memunculkan perasaan cemas dan takut dan akhirnya memilih menundanya (Gufron, 2003). Jadi secara sadar, orang yang melakukan procrastination lebih memilih untuk mengerjakan sesuatu pekerjaan yang lain diluar tugas yang ia tunda. Sedangkan rasa malas, cenderung mengarah pada sikap yang acuh tak acuh, apatis, dan memilih menunda pekerjaan, karena memang tidak adanya niat atau keinginan untuk bertindak atau mengerjakan sesuatu, meskipun hal atau pekerjaan tersebut dapat dikerjakan dengan mudah.

Procrastination sendiri juga banyak terjadi pada mereka yang cenderung perfeksionis dalam melakukan pekerjaan. Tidak jarang juga, hal ini berhubungan dengan mood individu dalam mengerjakan suatu pekerjaan.

Efek negatif dari procrastination

Walaupun cukup berbeda dengan rasa malas, perilaku procrastination juga berdampak pada kesehatan loh.

  • Dikutip melalui kompas health, melakukan procrastination akan mempegaruhi kemampuan berpikir dan tingkah laku individu karena terus-menerus merasa cemas dan frustrasi memikirkan deadline
  • Kualitas pekerjaan juga menurun karena stress dan kurang fokus
  • Gangguan tidur hingga insomnia

Apa ya solusi yang bisa dilakukan untuk mengubah kebiasaan procrastination?

  • Jangan terlalu keras pada dirimu sendiri, lebih baik mengerjakan secara perlahan daripada memikirkan kesempurnaan
  • Bagi atau pecah pekerjaan yang kamu pikir sulit menjadi beberapa bagian kecil, sehingga tidak langsung berpaku pada hal-hal besar yang sulit
  • Atur lingkungan kerjamu senyaman mungkin, apa hal yang bisa membantumu lebih fokus. Mematikan gawai hingga televisi misalnya, bisa mengurangi distraksi

Content by Wulan Oktavia

Source : Kompas health, & Kumparan.com